Malaysia Dan Singapura Terancam Kena Blacklist Oleh Lisensor Anime Jepang

Malaysia Dan Singapura Terancam Kena Blacklist Oleh Lisensor Anime Jepang

Selamat sore minna-san, gimana kabarnya?? , ketemu lagi sama admin maximono. Sebelumnya admin mohon maaf yang sebesar-besarnya yaa, kemarin senin gakk upload berita. Pasti kalian pada nungguin :'( . Admin cerita sedikit, alasan kenapa gakk upload berita. Sebagian dari kalian pasti ada yang ikut / datang di Event CLAS:H Yogyakarta. Nahh Admin juga ikut ngelar lapak bareng Tim Maximono. Singkatnya Tim Maximono dari sabtu malam (malam minggu mitos) sampai minggu malam nglembur tuh di CLAS:H (tapi gapapa lumayan ketemu ayana JKT48 langsung pas papasan lagi mau ketoilet). Dan alhasil senin pagi nya tepar deh, gomennasai-gomennasai.

Lanjut ke pokok berita hari ini. Kenapa admin memasang gambar Sword Art Online : Ordinal Scale dan Blacklist. Kemarin sebagian dari kalian khususnya yang dilintasi penayangan perdana Movie SAO seperti Malaysia, Singapura, brunei dan Indonesia (Jakarta), pasti sudah nonton Movie Sword Art Online : Ordinal Scale tolong jangan spoiler, admin belum nonton. Sword Art Online: Ordinal Scale memang menjadi salah satu film anime yang paling dibicarakan di Asia setelah dirilis di bioskop pada tanggal 18 Februari 2017 (untuk yang di Indonesia karena sebab tertentu diundur).

Berita yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkanpun muncul, dua hari setelah rilisnya Sword Art Online: Ordinal Scale, chain bioskop terbesar di Malaysia, Golden Screen Cinemas (GCS) merilis sebuah pernyataan yang mengatakan seperti ini:

“Memberitahukan kepada semua penggemar Sword Art Online, ada masalah yang baru masuk ke perhatian kita, bahwa beberapa dari kalian merekam sebagian adegan dari film dan menguploadnya ke internet secara ilegal.”

“Ini adalah masalah serius, kami memahami bahwa anda adalah penggemar berat Sword Art Online, tapi dengan membuat rekaman ilegal, anda telah secara tidak langsung membatasi kemampuan kita untuk mengadakan World Release lain di Malaysia di masa depan.”

“Kami sangat menghargai jika ada orang yang melaporkan setiap kebocoran yang kalian temukan secara online! Tolong dan terima kasih!”

Singkatnya, seseorang merekam bagian dari film dan menguploadnya. Ini merupakan perbuatan ilegal dan peristiwa ini akan membuat Golden Screen Cinemas kesusahan untuk menampilkan film anime lain di masa depan.
Distributor film Sword Art Online, ODEX Private Limited juga merilis pernyataan mereka sendiri tentang masalah ini :
Seperti yang dikatakan di atas, adegan film yang di rekam dan di upload ditelusuri berasal dari fan screening di Malaysia dan Singapura yang diadakan pada tanggal 18 Februari 2017. Rekaman film ini berisi adegan yang berdurasi sekitar 8 sampai 10 menit. Admin belum nonton dan gak berniat menyebarkannya yaa.

Sementara itu, pastinya kalian berpikir kalau ini adalah masalah sepele yang dibesar–besarkan. Eitss tunggu dulu, lisensor Jepang menanggapi masalah ini dengan sangat serius. ODEX mengatakan bahwa mungkin ada kemungkinan kalau Malayasia dan Singapura akan di BLACKLIST dari perilisan anime di masa depan. Ini merupakan kabar buruk bagi komunitas anime di Malaysia dan Singapura, dan ODEX juga akan terkena dampaknya, karena ODEX sebagian besar melayani pasar Asia Tenggara.
ODEX meningatkan untuk mengedarkan informasi ini kepada semua anime lovers untuk membantu menghentikan rekaman ilegal di bioskop. Akan sulit bagi sebagian orang untuk melakukan perekaman ilegal di bioskop jika semua orang, terutama fans anime, tahu bahwa rekaman ilegal akan berdampak buruk bagi komunitas mereka dan akan menghancurkan perilisan film anime lain di negara mereka.
Sudah tahu kan akibatnya jika merekam secara ilegal di bioskop? Apalagi film ini berasal dari Jepang, negara yang sangat disiplin dan menghargai hukum. Jangan sampai hal ini terjadi di Indonesia yah!! Walaupun terlihat sepele, dampaknya bisa sangat fatal dan mungkin kalian tidak akan lagi menemukan film anime di bioskop-bioksop terdekat. Bagaimana tanggapan kalian? Share di kolom komentar yah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *