[ Jumat Japan ] Separuh Populasi Muda Jepang Memilih Jadi Lajang

Separuh Populasi Muda Jepang Memilih Jadi Lajang

separuh-populasi-muda-jepang-memilih-jadi-lajang1

Sebuah survei pemerintah Jepang yang dilakukan kepada generasi muda-nya menunjukkan hasil bahwa 42% pria dan 44,2% wanita lajang yang berusia antara 18 hingga 34 tahun belum pernah berhubungan intim. perawan belum punah mastah, maid cafe i’m coming.

separuh-populasi-muda-jepang-memilih-jadi-lajang4

Walaupun beberapa dari mereka sudah merasa nyaman dengan kondisinya itu, namun sebanyak 85,7% pria dan 89,3% wanita berharap dapat melangsungkan pernikahan. Berkurangnya minat warga Jepang untuk melakukan hubungan intim diyakini disebabkan karena beberapa hal, mulai dari ekonomi negara yang mandek hingga kegemaran akan manga yang membuat mereka lebih menyukai fantasi daripada kenyataan.

separuh-populasi-muda-jepang-memilih-jadi-lajang3

Dikutip dari CNN, Jepang merupakan salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Tak hanya itu populasi Negeri Sakura pun kian menua, di mana 34,6 juta warganya merupakan mereka yang berusia di atas 65 tahun. Meski pemerintah telah berupaya meningkatkan angka pernikahan dan kelahiran, namun hasil sebuah survei yang dilakukan tahun ini tak menunjukkan tanda-tanda adanya peningkatan.

separuh-populasi-muda-jepang-memilih-jadi-lajang2

Seorang profesor diplomasi publik dari Kyoto University of Foreign Studies, Nancy Snow, mengatakan kepada CNN bahwa, perubahan norma sosial dan ekonomi berkontribusi pada menurunnya hubungan antara pria dengan wanita.

Beberapa identitas personal pria terikat dengan gaji, dan mereka merasa terancam dengan wanita yang berkuasa atas dirinya sendiri,” ujar Snow.

Snow menjelaskan bahwa berkurangnya pendapatan membuat pria di Jepang merasa kurang percaya diri dalam menarik perhatian wanita, di mana kaum hawa di negara tersebut banyak yang telah sukses dan memperoleh pendapatan sendiri serta memprioritaskan dirinya.

separuh-populasi-muda-jepang-memilih-jadi-lajang

Walaupun populasi Jepang menua dalam kecepatan tinggi, namun menurut Snow, survei yang akhir-akhir ini dilakukan hanya melihat kaum muda sebagai data dan tak memperhitungkan cerita atau keadaan khusus.

“Jika kamu hidup hingga berusia 90 tahun, lalu tak memikirkan soal kencan sampai usia tiga puluhan sampai kamu menemukan dirimu sendiri, mungkin tampak rasional,” kata Snow.

Dengan kata lain saat banyak orang Indonesia menganggap perawan di Jepang sudah punah, itu salah besar, buktinya dengan survei ini, kita masih bisa berkesempatan memiliki wanita perawan jepang, Seishin Banzai.